Dunia usaha boleh dianggap semakin banyak kompetitor, marak, unik, kreatif, dan begitu menggairahkan. Anggapan itu tentu punya alasan kuat. Lihat saja daftar usaha yang bisa kita jumpai di iklan cetak maupun elektronik. Sejumlah usaha yang ada dapat dikelompokkan menjadi dua klasifikasi berdasar boleh dan tidaknya dijalankan. Ada usaha yang halal dan ada usaha yang haram. Usaha-usaha yang halal begitu banyak dan di depan mata juga ada lapangan usaha yang haram.
Usaha yang haram bagi umat Islam tidak ada pilihan kecuali totalitas meninggalkannya. Bahkan ada kewajiban untuk mencegah, memperingatkan, dan menyetop usaha haram tersebut. Manakah yang kita sanggupi terkait dengan maraknya usaha haram? Minimal kita punya sikap yang jelas. Tidak setuju, berlepas diri, dan berdoa agar Allah SWT mengirimkan kekuatan untuk menghentikannya. Amien.
Saat ini usaha yang kami jalankan jelas tidak termasuk usaha yang haram. Jenis usaha kami adalah menjual produk makanan. Mungkin sebagian akan bertanya, apakah di bahan makanan pembuatnya steril dari zat-zat yang diharamkan? Betul juga pertanyaan itu. Kami sudah siapkan konkretnya. Silakan datang ke dapur kami dan akan kami tunjukkan bahan-bahan pembuat kue kami. Terang Bulan Susu yang kami branding dengan nama Imoet menjadi pilihan jajan sehat yang digemari anak kecil maupun orang dewasa.
Perjalanan kami dalam usaha ini sudah masuk bulan ke-9, terhitung sejak September 2010. Alhamdulillah dengan ijin Allah SWT usaha ini tetap istiqamah kami kerjakan. Pasang surut yang terjadi tetap kakmi jadikan pengalaman berharga. Tidak boleh kami pesimis atau patah semangat. Kiranya Allah SWT tetapkan kata jujur dan istiqamah selalu melekat dalam sanubari kami.
Sebenarnya peluang usaha yang satu ini mudah sekali dijalankan. Asal ya tadi itu, rumus jujur dan istiqamah harus tegak di semua ruang dan waktu. Kami begitu yakin akan janji Allah SWT dengan kemudahan pasca kesusahan. Kebaikan terbalas dengan kebaikan yang makin berlimpah. Kalau toh di dunia ini ukuran materi hanya bisa untuk hidup, dan kami yakin karena memang bukan itu target akhir kami. Target kami bahwa setiap usaha dapat kami jalani sesuai dengan proses yang baik. Kami lakukan dengan usaha terbaik kami. Itu saja. Dan nawaitu kami semua karena Allah SWT, agar Dia memberikan keridhaan kepada kami dan seluruh keluarga.
Maka peluang usaha apapun menjadi lebih bermakna tatkala pelakunya menyandarkan semuanya hanya karena mengharap ridha dan ampunan Allah SWT.
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Minggu, 26 Juni 2011
Sabtu, 23 April 2011
JUJUR DAN ISTIQAMAH
Berat dalam menjalankan usaha adalah kemudahan meraih kesuksesan pada masa yang akan datang. Berat dan ringan persoalan memang relatif menurut ukuran masing-masing pelaku usaha. Mereka yang baru muncul di arena 'bisnis rumah tangga' layaknya kami, tentu sebagian uang modal yang tiba-tiba 'raib' karena satu dan lain hal menjadi beban yang cukup berat. Roda usaha harus terus berjalan. Meski sebagian modal tersangkut di pihak lain.
Kami sibuk membenahi pola kerja sama. Sementara pihak lain ada yang justru sibuk membuat pernyataan dan klaim akan kekeliruan yang kami perbuat. Menjadi nyata, bahwa usaha yang dilakukan dengan mengedepankan aspek ridha Allah SWT, pasti membuat pelakunya tenang. Kegundahan dan kegelisahan hampir tidak dijumpai bagi usahawan yang memiliki kemampuan menjaga hak-hak Allah SWT di atas hak-hak lainnya.
Karena yang utama adalah segenap usaha yang dilakukan demi menggapai ridha-Nya. Tanpa keridhaan dari-Nya mustahil usaha yang dikerjakan mampu menambah keimanan dan ketaqwaan. Karena itu sikap jujur dan istiqamah menjadi pilar utama dalam mengembangkan usaha. Sementara problem dalam melakukan kerjasama dapat diselesaikan dengan cara komunikasi dengan pihak yang terkait. Bukan dengan membuat pernyataan dengan maksud mencari dukungan, iba, perhatian, bahkan pembenaran atas kecerobohan yang terjadi.
Selesaikanlah dengan cara-cara Islam.
Ada kasus A dan B bekerjasama. A memproduksi barang dagangan dan B siap memasarkannya. Ketentuannya B membeli barang hasil produksi A. Konsekuensinya barang tidak laku menjadi tanggung jawab sepenuhnya B.
B memasarkan ke sejumlah retailer (pengecer). Suatu ketika, B tidak bisa melayani rutinitas mengirim barang ke pengecer. Langkah A menghubungi B untuk menggantikan kiriman yang biasa dilakukan B ke sejumlah pengecer. Dan pihak B pun mengijinkannya. Pada saat yang sama pihak B memiliki tanggungan kepada A yang belum diselesaikan sejumlah beberapa kali membawa hasil produksi A.
Namun yang terjadi, pihak A dianggap telah merebut pelanggan B. Pihak B merasa hal itu adalah salah. Kemudian pihak A seketika meminta maaf dan menghentikan semua pengiriman yang telah diklaim sebagai pelanggan B.
Selang beberapa saat, pihak A yang telah merintis dengan berbagai hambatan mencoba bangkit dari keterpurukan kerja sama dengan B. Mengalirlah rizki yang telah dijanjikan jika sumber pijakan adalah ridha-Nya. Beberapa hari ada sejumlah pembeli datang dan siap ikut memasarkan. Dikatakan sejumlah pembeli karena yang terjadi setidaknya ada 3 orang yang siap melakukan kerja sama. Sikap optimis yang dibangkitkan dari seorang mukmin akan memberikan pengaruh positif. Dan tunggulah keajaiban-keajaiban berikutnya karena semua datang dari arah yang tak disangka. Jika mereka mau disiplin, jujur dan istiqamah.
Salam
Imoet
Kami sibuk membenahi pola kerja sama. Sementara pihak lain ada yang justru sibuk membuat pernyataan dan klaim akan kekeliruan yang kami perbuat. Menjadi nyata, bahwa usaha yang dilakukan dengan mengedepankan aspek ridha Allah SWT, pasti membuat pelakunya tenang. Kegundahan dan kegelisahan hampir tidak dijumpai bagi usahawan yang memiliki kemampuan menjaga hak-hak Allah SWT di atas hak-hak lainnya.
Karena yang utama adalah segenap usaha yang dilakukan demi menggapai ridha-Nya. Tanpa keridhaan dari-Nya mustahil usaha yang dikerjakan mampu menambah keimanan dan ketaqwaan. Karena itu sikap jujur dan istiqamah menjadi pilar utama dalam mengembangkan usaha. Sementara problem dalam melakukan kerjasama dapat diselesaikan dengan cara komunikasi dengan pihak yang terkait. Bukan dengan membuat pernyataan dengan maksud mencari dukungan, iba, perhatian, bahkan pembenaran atas kecerobohan yang terjadi.
Selesaikanlah dengan cara-cara Islam.
Ada kasus A dan B bekerjasama. A memproduksi barang dagangan dan B siap memasarkannya. Ketentuannya B membeli barang hasil produksi A. Konsekuensinya barang tidak laku menjadi tanggung jawab sepenuhnya B.
B memasarkan ke sejumlah retailer (pengecer). Suatu ketika, B tidak bisa melayani rutinitas mengirim barang ke pengecer. Langkah A menghubungi B untuk menggantikan kiriman yang biasa dilakukan B ke sejumlah pengecer. Dan pihak B pun mengijinkannya. Pada saat yang sama pihak B memiliki tanggungan kepada A yang belum diselesaikan sejumlah beberapa kali membawa hasil produksi A.
Namun yang terjadi, pihak A dianggap telah merebut pelanggan B. Pihak B merasa hal itu adalah salah. Kemudian pihak A seketika meminta maaf dan menghentikan semua pengiriman yang telah diklaim sebagai pelanggan B.
Selang beberapa saat, pihak A yang telah merintis dengan berbagai hambatan mencoba bangkit dari keterpurukan kerja sama dengan B. Mengalirlah rizki yang telah dijanjikan jika sumber pijakan adalah ridha-Nya. Beberapa hari ada sejumlah pembeli datang dan siap ikut memasarkan. Dikatakan sejumlah pembeli karena yang terjadi setidaknya ada 3 orang yang siap melakukan kerja sama. Sikap optimis yang dibangkitkan dari seorang mukmin akan memberikan pengaruh positif. Dan tunggulah keajaiban-keajaiban berikutnya karena semua datang dari arah yang tak disangka. Jika mereka mau disiplin, jujur dan istiqamah.
Salam
Imoet
Kamis, 24 Maret 2011
Soft Launching
Bismillahirrahmanirrahim
Insya Allah dalam hari ini, Kamis, 24 Maret 2011 kami resmi membuka outlet Terang Bulan Susu Imoet di bilangan Kidul Dalem, Bangil, Pasuruan. Tidak ada acara khusus atas dibukanya outlet yang tepatnya di Jl. Salak Gg. III No. 588 Kidul Dalem Bangil Pasuruan Jawa Timur.
Kami bersyukur kepada Allah 'Azza Wa Jalla yang telah melimpahkan berbagai kenikmatan dalam usaha ini. Sekalipun di sana sini banyak halangan dan rintangan silih berganti. Kami meyakini akan kesuksesan membangun usaha karena telah mengalami berbagai ujian dan hambatan. Tanpa 'repot' mau enaknya saja, sepertinya usaha pun akan biasa-biasa saja. Kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih jika kita telah berbuat lebih. Insya Allah sikap istiqamah senantiasa mengingatkan agar tetap menjaga kontinyuitas usaha. Amien.
Sahabat, saudara, tetangga, keluarga, dan segenap kaum muslimin yang berkesempatan mampir outlet imoet kami haturkan jazakumullah. Apa yang kita usahakan semoga mendapatkan keridhaan dari-Nya.
Hanya Allah SWT lah tempat kami menyandarkan segala rupa usaha. Pasrahkan diri dengan ketulusan usaha. Semoga akhlak mulia tetap terjaga baik dikala ramai maupun sendiri. Saat susah maupun senang. Amien yaa Rabb.
Wassalam
Adi bin Hadi
---------------------
Bussiness Owner
Insya Allah dalam hari ini, Kamis, 24 Maret 2011 kami resmi membuka outlet Terang Bulan Susu Imoet di bilangan Kidul Dalem, Bangil, Pasuruan. Tidak ada acara khusus atas dibukanya outlet yang tepatnya di Jl. Salak Gg. III No. 588 Kidul Dalem Bangil Pasuruan Jawa Timur.
Kami bersyukur kepada Allah 'Azza Wa Jalla yang telah melimpahkan berbagai kenikmatan dalam usaha ini. Sekalipun di sana sini banyak halangan dan rintangan silih berganti. Kami meyakini akan kesuksesan membangun usaha karena telah mengalami berbagai ujian dan hambatan. Tanpa 'repot' mau enaknya saja, sepertinya usaha pun akan biasa-biasa saja. Kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih jika kita telah berbuat lebih. Insya Allah sikap istiqamah senantiasa mengingatkan agar tetap menjaga kontinyuitas usaha. Amien.
Sahabat, saudara, tetangga, keluarga, dan segenap kaum muslimin yang berkesempatan mampir outlet imoet kami haturkan jazakumullah. Apa yang kita usahakan semoga mendapatkan keridhaan dari-Nya.
Hanya Allah SWT lah tempat kami menyandarkan segala rupa usaha. Pasrahkan diri dengan ketulusan usaha. Semoga akhlak mulia tetap terjaga baik dikala ramai maupun sendiri. Saat susah maupun senang. Amien yaa Rabb.
Wassalam
Adi bin Hadi
---------------------
Bussiness Owner
Selasa, 25 Januari 2011
TERANG BULAN SUSU
imoet
Begitu Nikmat Kaya ManfaatDengan segenap rasa syukur atas karunia Allah Ta’ala kami turut ambil bagian dalam menyelesaikan problem umat. Sekian banyak persoalan di tengah pengaruh pesatnya perkembangan teknologi membuat kita berhadapan dengan ‘serangan’ budaya, gaya hidup, pola konsumsi, hingga keyakinan. Kalau diserbu kebaikan atau kompetisi amal shalih, memang itu yang dicari. Kenyataannya, gempuran peradaban yang terjadi justru mengarah pada sesuatu yang instan, tidak repot, menyenangkan, hura-hura, dan rendah kepedulian sosialnya.
Diantara ribuan problem umat ini, kami mencurahkan perhatian kepada makanan. Makanan yang setiap hari masuk ke dalam tubuh anak-anak muslim wajib mendapat perhatian serius. Mau tidak mau kualitas asupan berpengaruh pada kualitas kesehatan. Dan kesehatan sangat diperlukan bagi masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Kalau apa yang mereka makan sehari-hari jajanan tradisional seperti singkong rebus, pisang goreng, gethuk, lemper, dan sejumlah nama lainnya, rasanya nilai gizi yang terkandung masih terjaga. Bahan-bahan yang digunakan tentu alami.
Lalu, gethuk dan teman-teman mendapat pesaing yang jauh lebih menarik, murah, ‘gurih’, dan membuat ketagihan. Psikologi anak-anak diarahkan untuk lebih senang dengan makanan pabrikan. Mulai dari tampilan bungkus, rasa yang ‘mematikan’, membuat ketagihan, juga performa iklan yang memikat semakin menggulung makanan tradisional supaya minggir dari jagad persilatan makanan.
Untuk dapat bersaing dengan makanan pabrikan perlu penegasan eksistensi makanan rumahan. Dengan konsep makanan sehat, halal dan thayyib, berpenampilan menarik, bahan yang baik, rasa yang mantap, diperlukan usaha serius serta istiqamah dalam segenap aspeknya. Oleh karena itu dukungan semua pihak, saran, dan kritik senantiasa kami rindukan agar kami dengan imoet ini mampu bertahan sekaligus menjadi pilihan di hati masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)
