Guru Produktif
oleh Nur Adi Septanto pada 27 April 2011 jam 0:23
Jadi Guru Produktif
Guru, Dosen, Ustadz, Tutor, Trainner, dan lainnya memiliki kesempatan luas untuk berbagi dengan sesama. Utamanya berbagi ilmu. Perjumpaan langsung dengan orang lain yang terstruktur dalam ikatan pendidik dan peserta didik. Inilah “ruang bebas” guru dalam mengekspresikan segala kemampuannya. Sebagai wujud dedikasi manusia terdidik untuk mempersiapkan generasi selanjutnya.
Karena itu, seorang guru mengharuskan produktifitas tinggi sebagai karakter pribadinya. Jiwanya terus menerus menambah ilmu. Melewatkan waktunya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Selalu ingin melakukan hal yang memiliki manfaat tinggi. Membuang tindakan yang sia-sia. Yakin bahwa usaha kebaikan pasti berbuah kebaikan.
Berikut ini catatan kecil rumus ‘at’ agar guru semakin produktif.
Tepat. Menetapkan tujuan bagi setiap kegiatan. Tujuanpun sangat ditekankan untuk menuliskannya dalam catatan yang rapi. Ada tujuan saja, terkadang melenceng. Apalagi tanpa tujuan yang tersusun dengan jelas. Lakukan pertimbangan dan evaluasi. Dengan itu langkah yang dilakukan dapat terukur tepat sasaran atau belum. Ingat, anda berhadapan dengan manusia dengan berjuta pikiran.
Cepat. Peganglah prinsip “in time” (hadir sebelum waktu) bukan sekadar “on time” (hadir tepat waktu). Dahului murid anda. Jangan mau tertinggal dalam melakukan kebaikan. Artinya, anda melakukan sebuah keteladanan. Wujudkan prinsip on time itu dalam semua kegiatan. Selain itu ingat pesan bijak, “Jika kau berada di pagi hari, jangan tunggu datangnya sore. Dan jika kau berada di sore hari jangan menanti datangnya pagi”. Atau ungkapan Benjamin Franklin, “Don’t put of till tomorrow if you can do today”.
Rapat. Sesama guru ada ikatan komunikasi yang utuh. Adakan dialog-dialog kecil untuk mengurai ketegangan pasca mengajar. Saling tukar informasi dan berbagi pengalaman ketika menghadapi para siswa. Bukan saja dalam media formal, rapat kecil ketika sama-sama mengantri wudhu pun bisa dilakukan. Juga menjalin keakraban dengan siswa sesuai kadar kedudukannya di ranah pendidikan.
Hebat. Jadilah guru hebat. Pertama, lakukan kegiatan anda dengan kerja keras. Bersungguh-sungguh ingin memberikan yang terbaik bagi siswa anda. Kedua, kerjakan dengan cerdas agar tidak terjadi penumpukan materi. Penumpukan materi biasanya terjadi karena kurangnya persiapan. Ketika persiapan minim, situasi kelas berpeluang besar tidak terkendali. Akibat langsung yang dirasakan adalah materi tak kunjung tersampaikan dengan utuh. Ketiga, kerjakan dengan ikhlas. Maka jadilah guru hebat yang membuat siswa anda lebih hebat.
Lompat. Guru yang berani melakukan hal-hal baru. Guru yang menemukan cara-cara baru dalam menjelaskan sesuatu. Jika yang lain hanya jalan biasa, anda berani melompat. Lompatan kreativitas itu dituangkan dalam alat media pembelajaran. Bisa juga dalam metode penyampaian materi. Saat guru sejarah menerangkan kisah heroik Panglima Besar Jendral Soedirman, berdandanlah a la Pak Dirman (sapaan akrab Sang Jendral). Siswa pasti terkesan!. Guru lain berjalan selangkah, anda bisa tigakalinya.
Kuat. Jadi guru harus kuat. Kekuatan yang dimiliki guru baik fisik maupun mental harus prima. Adakah guru yang lemah? Jika ada, mulailah dengan kekuatan niat. Setiap hendak mengajar, ingatkan bahwa niat yang diemban adalah amanah, tanggungjawab pendidik, dan ladang kebajikan. Lalu, kuat fisiknya membuat anda enerjik. Sebaliknya, fisik lemah akibatnya anda malas. Siswa cukup diberi tugas, dan anda pun santai di kantor ngobrol ngalor-ngidul. Mental kuat, tidak mudah menyerah, dan yakin bahwa segala masalah pasti ada solusinya. Hal ini juga cerminan ilmu yang kuat.
Semangat. Semangatnya bagai api tak kunjung padam. Tetap menyala walau didera angin dan hujan. Dengan bersemangat maka anda telah merangsang orang-orang di sekitar anda dengan energi positif. Energi positif yang anda keluarkan dalam bentuk sikap, perbuatan, maupun ucapan akan kembali kepada anda sendiri sebagai kebaikan.
Ketika anda berbuat baik maka teladan kebaikan sudah anda lakukan. Di manapun, kapan pun, anda tetap mengeluarkan energi positif. Seumur hidup anda, jangan pernah mengeluarkan energi negatif. Tularkan kebaikan, anda pun akan mendapat kebaikan. Ibarat anda penjual minyak wangi, maka sekitar anda pun ikut merasakan wewangian itu.
Semangat yang anda pegang terus menerus akan mendongkrak lingkungan ikut bersemangat. Di tengah siswa anda bersemangat. Di dalam rumah juga tetap semangat. Semangat yang terbangun dalam diri dilambangkan dengan sabar ketika berhadapan dengan ujian, cobaan, atau permasalahan berat lainnya. Juga munculnya sikap syukur yang tiada hentinya ketika keberhasilan telah diraih dengan gemilang.
Catat. Jangan lupa pena dan kertas. Ketajaman pikiran yang anda miliki segera dituangkan dalam tulisan. Atau ide-ide gemilang yang tiba-tiba muncul saat santai, segera catat. Mungkin pula dalam obrolan ringan antar guru, muncul gagasan baru, lakukan tugas tangan anda untuk menuliskannya. Tidak perlu panjang lebar. Ikatkan dengan kata kunci. Lain waktu anda membacanya kembali, akan mudah mengingatnya.
Tradisi mencatat hal-hal penting yang terus menerus dilakukan akan terasa ringan. Harapannya, ide dan gagasan yang muncul spontanitas itu bisa berkembang menjadi mercusuar. Mampu menarik perhatian banyak kalangan. Walaupun nampak remeh ketika dilakukan, tapi kalau istiqomah alias kontinyu dalam kurun setahun anda sudah bisa membuat – minimal – satu buku kumpulan ide dan gagasan.
Guru produktif yang semakin produktif tentu tidak pernah meninggalkan kegiatan tulis menulis. Dedikasinya di dunia pendidikan terus dikembangkan melalui berbagai media. Dan media yang bisa dijangkau banyak lapisan masyarakat salah satunya lewat tulisan. Pada saat bersamaan karya anda bisa dibaca ribuan orang, bahkan jutaan. Apalagi tulisan anda menyebar dan terus dibaca generasi pelanjut. Terus turun temurun ide anda dibaca, dikaji, diikuti, diterapkan, dievaluasi, dan seterusnya. Luar biasanya, hal ringan yang anda lakukan ternyata mampu menggelinding dan membesar seperti bola salju. Akan banyak orang yang merasakan manfaat tulisan dan karya anda. Selamat berkarya dan marilah menjadi guru produktif.
Guru, Dosen, Ustadz, Tutor, Trainner, dan lainnya memiliki kesempatan luas untuk berbagi dengan sesama. Utamanya berbagi ilmu. Perjumpaan langsung dengan orang lain yang terstruktur dalam ikatan pendidik dan peserta didik. Inilah “ruang bebas” guru dalam mengekspresikan segala kemampuannya. Sebagai wujud dedikasi manusia terdidik untuk mempersiapkan generasi selanjutnya.
Karena itu, seorang guru mengharuskan produktifitas tinggi sebagai karakter pribadinya. Jiwanya terus menerus menambah ilmu. Melewatkan waktunya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Selalu ingin melakukan hal yang memiliki manfaat tinggi. Membuang tindakan yang sia-sia. Yakin bahwa usaha kebaikan pasti berbuah kebaikan.
Berikut ini catatan kecil rumus ‘at’ agar guru semakin produktif.
Tepat. Menetapkan tujuan bagi setiap kegiatan. Tujuanpun sangat ditekankan untuk menuliskannya dalam catatan yang rapi. Ada tujuan saja, terkadang melenceng. Apalagi tanpa tujuan yang tersusun dengan jelas. Lakukan pertimbangan dan evaluasi. Dengan itu langkah yang dilakukan dapat terukur tepat sasaran atau belum. Ingat, anda berhadapan dengan manusia dengan berjuta pikiran.
Cepat. Peganglah prinsip “in time” (hadir sebelum waktu) bukan sekadar “on time” (hadir tepat waktu). Dahului murid anda. Jangan mau tertinggal dalam melakukan kebaikan. Artinya, anda melakukan sebuah keteladanan. Wujudkan prinsip on time itu dalam semua kegiatan. Selain itu ingat pesan bijak, “Jika kau berada di pagi hari, jangan tunggu datangnya sore. Dan jika kau berada di sore hari jangan menanti datangnya pagi”. Atau ungkapan Benjamin Franklin, “Don’t put of till tomorrow if you can do today”.
Rapat. Sesama guru ada ikatan komunikasi yang utuh. Adakan dialog-dialog kecil untuk mengurai ketegangan pasca mengajar. Saling tukar informasi dan berbagi pengalaman ketika menghadapi para siswa. Bukan saja dalam media formal, rapat kecil ketika sama-sama mengantri wudhu pun bisa dilakukan. Juga menjalin keakraban dengan siswa sesuai kadar kedudukannya di ranah pendidikan.
Hebat. Jadilah guru hebat. Pertama, lakukan kegiatan anda dengan kerja keras. Bersungguh-sungguh ingin memberikan yang terbaik bagi siswa anda. Kedua, kerjakan dengan cerdas agar tidak terjadi penumpukan materi. Penumpukan materi biasanya terjadi karena kurangnya persiapan. Ketika persiapan minim, situasi kelas berpeluang besar tidak terkendali. Akibat langsung yang dirasakan adalah materi tak kunjung tersampaikan dengan utuh. Ketiga, kerjakan dengan ikhlas. Maka jadilah guru hebat yang membuat siswa anda lebih hebat.
Lompat. Guru yang berani melakukan hal-hal baru. Guru yang menemukan cara-cara baru dalam menjelaskan sesuatu. Jika yang lain hanya jalan biasa, anda berani melompat. Lompatan kreativitas itu dituangkan dalam alat media pembelajaran. Bisa juga dalam metode penyampaian materi. Saat guru sejarah menerangkan kisah heroik Panglima Besar Jendral Soedirman, berdandanlah a la Pak Dirman (sapaan akrab Sang Jendral). Siswa pasti terkesan!. Guru lain berjalan selangkah, anda bisa tigakalinya.
Kuat. Jadi guru harus kuat. Kekuatan yang dimiliki guru baik fisik maupun mental harus prima. Adakah guru yang lemah? Jika ada, mulailah dengan kekuatan niat. Setiap hendak mengajar, ingatkan bahwa niat yang diemban adalah amanah, tanggungjawab pendidik, dan ladang kebajikan. Lalu, kuat fisiknya membuat anda enerjik. Sebaliknya, fisik lemah akibatnya anda malas. Siswa cukup diberi tugas, dan anda pun santai di kantor ngobrol ngalor-ngidul. Mental kuat, tidak mudah menyerah, dan yakin bahwa segala masalah pasti ada solusinya. Hal ini juga cerminan ilmu yang kuat.
Semangat. Semangatnya bagai api tak kunjung padam. Tetap menyala walau didera angin dan hujan. Dengan bersemangat maka anda telah merangsang orang-orang di sekitar anda dengan energi positif. Energi positif yang anda keluarkan dalam bentuk sikap, perbuatan, maupun ucapan akan kembali kepada anda sendiri sebagai kebaikan.
Ketika anda berbuat baik maka teladan kebaikan sudah anda lakukan. Di manapun, kapan pun, anda tetap mengeluarkan energi positif. Seumur hidup anda, jangan pernah mengeluarkan energi negatif. Tularkan kebaikan, anda pun akan mendapat kebaikan. Ibarat anda penjual minyak wangi, maka sekitar anda pun ikut merasakan wewangian itu.
Semangat yang anda pegang terus menerus akan mendongkrak lingkungan ikut bersemangat. Di tengah siswa anda bersemangat. Di dalam rumah juga tetap semangat. Semangat yang terbangun dalam diri dilambangkan dengan sabar ketika berhadapan dengan ujian, cobaan, atau permasalahan berat lainnya. Juga munculnya sikap syukur yang tiada hentinya ketika keberhasilan telah diraih dengan gemilang.
Catat. Jangan lupa pena dan kertas. Ketajaman pikiran yang anda miliki segera dituangkan dalam tulisan. Atau ide-ide gemilang yang tiba-tiba muncul saat santai, segera catat. Mungkin pula dalam obrolan ringan antar guru, muncul gagasan baru, lakukan tugas tangan anda untuk menuliskannya. Tidak perlu panjang lebar. Ikatkan dengan kata kunci. Lain waktu anda membacanya kembali, akan mudah mengingatnya.
Tradisi mencatat hal-hal penting yang terus menerus dilakukan akan terasa ringan. Harapannya, ide dan gagasan yang muncul spontanitas itu bisa berkembang menjadi mercusuar. Mampu menarik perhatian banyak kalangan. Walaupun nampak remeh ketika dilakukan, tapi kalau istiqomah alias kontinyu dalam kurun setahun anda sudah bisa membuat – minimal – satu buku kumpulan ide dan gagasan.
Guru produktif yang semakin produktif tentu tidak pernah meninggalkan kegiatan tulis menulis. Dedikasinya di dunia pendidikan terus dikembangkan melalui berbagai media. Dan media yang bisa dijangkau banyak lapisan masyarakat salah satunya lewat tulisan. Pada saat bersamaan karya anda bisa dibaca ribuan orang, bahkan jutaan. Apalagi tulisan anda menyebar dan terus dibaca generasi pelanjut. Terus turun temurun ide anda dibaca, dikaji, diikuti, diterapkan, dievaluasi, dan seterusnya. Luar biasanya, hal ringan yang anda lakukan ternyata mampu menggelinding dan membesar seperti bola salju. Akan banyak orang yang merasakan manfaat tulisan dan karya anda. Selamat berkarya dan marilah menjadi guru produktif.
Nuniek Triana syukraan...subhanallaah...sbnrnya Qt sdh sdr atas itu smua hnya kdg su'udzon yg jd tabir...astaghfirulloh... 27 April jam 22:13 ·
Zahra Biby Rauter Rauter makasih y usdi catatanya....0,*
pokokkny Ustd.Adi buUangeeeettt....ngeeeeet dheey........heheheee30 April jam 17:55 ·
Panitia Psb Persis Bangil Ustadz Adi Coba kamu tulis menjadi karya tulis (sebuah buku), yakin aja akan jadi best seller03 Mei jam 11:49 · · 1 orang



Tidak ada komentar:
Posting Komentar