Naskah Buletin
oleh Nur Adi Septanto pada 28 November 2010 jam 12:04
NAPAK TILAS IKPB
SETAHUN SETENGAH
Masih cukup segar memori awal Juli 2009 saat sekitar tujuh ratus kepala saling melepas kerinduan di Pesantren Persis Bangil. Momen membahagiakan dan penuh haru itu menggetarkan hati. Mereka bahagia telah difasilitasi untuk saling ta’awun dalam kebaikan. Meski begitu banyak kekurangan baik kesiapan teknis maupun substansi reuni, tak menyurutkan ‘niat’ menghidupkan jaringan alumni pesantren.
Ketika setahun lebih perjalanan reuni, siapa yang menjadi kontrol pelaksanaan amanah hasil reuni 2009? Untuk menjawab pertanyaan itu, rasanya INFO IKPB patut ditunjuk hidungnya. Salah satu komitmen reuni adalah adanya media yang mampu menjalin komunikasi antar para alumni. “Lho, yang penting silaturahim tetap terjaga”, kata salah seorang alumni asal Jombang. Maka, kehadiran INFO IKPB penting dan mendesak untuk sampai kepada tiap alumni.
Komitmen yang juga perlu diingatkan adalah iuran wajib anggota IKPB sebesar sepuluh ribu rupiah (Rp. 10,000,-) setiap bulan yang hingga detik ini hanya segelintir anggota yang memenuhi kewajibannya. Tidak fair rasanya jika IKPB menuntut komitmen itu terjaga, sementara kehadiran INFO IKPB sebagai jembatan penghubung antar alumni matot alias mati total. Dengan rilisan saat ini, semoga INFO IKPB bisa hadir setiap bulan. Semoga komitmen kehadiran INFO IKPB juga didukung komitmen alumni dalam mengawal amanah reuni 2009 lalu.
Kilas Profil
Pengurus IKPB bentukan reuni kemarin menetapkan ketua, sekretaris, dan bendahara. Sementara wakil ketua ditetapkan dalam rapat-rapat penggodokan Anggaran Dasar (AD) IKPB. Struktur Pengurus Pusat IKPB diketuai oleh Bahauddin, M.Nadhir Basyu’aib sebagai wakil ketua, Dhiyauddin M.Y. Guricci sebagai sekretaris, dan Putut T.S. bin Basyuni Ahmad berada di posisi bendahara.
Setelah melalui serangkaian rapat khusus yang membahas anggaran dasar, alhamdulillah tertuanglah sebuah Anggaran Dasar Ikatan Keluarga Besar Pesantren Persis Bangil. Bagi segenap alumni khususnya Koordinator Daerah bisa menghubungi kami untuk memperoleh salinan AD IKPB.
Gerbong IKPB
“Sebenarnya IKPB mau kemana?”, tanya seorang alumni ketika berkunjung ke Bangil. Pertanyaan seperti ini kerap muncul. Baik dalam obrolan langsung maupun ketika on line di dunia maya. “IKPB hadir untuk memberikan manfaat dan silaturahim antar alumni. Pastinya arah tujuannya menuju ke sana”, katah sala seorang alumni ketika ditanya INFO IKPB tentang pendapatnya mengenai arah tujuan IKPB.
Apa yang disampaikan alumni tersebut sejalan dengan visi misi IKPB. Sebagaimana tertuang dalam AD bahwa tujuan IKPB adalah silaturahim. Makna silaturahim itu sendiri sangat luas, seluas ajaran Islam. Karena segenap tindakan yang menumbuhkan kasih sayang sesama muslim masuk dalam pengertian silaturahim. Secara spesifik IKPB juga memiliki peran aktif ikut menjaga eksistensi dan pengembangan Pesantren Persis Bangil.
Gagasan
Atas kinerja IKPB siapa saja boleh memberikan kritik dan saran. Semua itu tentu bertujuan untuk memajukan bersama. Membesarkan jaringan serta menjaga keutuhan organisasi yang dirintis dengan susah payah ini. Guna mendukung program serta memudahkan kelancaran komunikasi antar koordinator dengan pengurus pusat, IKPB menyusun proposal pengadaan mobil. Langkah ini ditempuh agar IKPB dapat sewaktu-waktu bergerak mengunjungi daerah-daerah untuk berkoordinasi dengan koordinator. Dipilihnya program ini untuk dapat terwujud lantaran transportasi menjadi kebutuhan pokok setiap perjalanan IKPB. Jika IKPB harus menyewa maka dapat dikalkulasi pengeluaran IKPB cukup besar.
Untuk itulah dalam menjaring aspirasi alumni dibutuhkan kelancaran arus informasi dan komunikasi baik langsung tatap muka maupun melalui INFO IKPB yang insya Allah menjadi salah satu program wajib IKPB. Mobilitas Pengurus Pusat diharapkan semakin solid dengan adanya transportasi yang memadai. Komunikasi pun terus berkembang baik melalui INFO IKPB edisi cetak maupun sharing di akun facebook.
Ide segar lain sebagian alumni telah masuk ke dapur INFO IKPB. Sebut saja gagasan penulisan sejarah otentik Pesantren Persis Bangil yang ditulis oleh alumni sendiri. “Ini bisa menjadi referensi nasional, bahkan internasional”, kata ketua IKPB mengomentari ide cerdas itu.
Semua ini dibutuhkan komitmen kuat, partisipasi alumni, kreativitas pengurus dan kesungguhan menjalankan amanah reuni 2009 lalu. Berangkat dengan sepenuh hati apa yang dilakukan untuk IKPB semata-mata mengharap keridhaan Ilahi. Tiada kekuatan yang mampu mempersatukan melainkan kekuatan Allah Ta’ala. Karena itu, semua usaha dan daya upaya tiada lain senantiasa dalam rangka meningkatkan keimanan dan amal shalih kita semua. Wallahu a’lam bi al-shawab.
IKPB Menghaturkan . . .
SETAHUN SETENGAH
Masih cukup segar memori awal Juli 2009 saat sekitar tujuh ratus kepala saling melepas kerinduan di Pesantren Persis Bangil. Momen membahagiakan dan penuh haru itu menggetarkan hati. Mereka bahagia telah difasilitasi untuk saling ta’awun dalam kebaikan. Meski begitu banyak kekurangan baik kesiapan teknis maupun substansi reuni, tak menyurutkan ‘niat’ menghidupkan jaringan alumni pesantren.
Ketika setahun lebih perjalanan reuni, siapa yang menjadi kontrol pelaksanaan amanah hasil reuni 2009? Untuk menjawab pertanyaan itu, rasanya INFO IKPB patut ditunjuk hidungnya. Salah satu komitmen reuni adalah adanya media yang mampu menjalin komunikasi antar para alumni. “Lho, yang penting silaturahim tetap terjaga”, kata salah seorang alumni asal Jombang. Maka, kehadiran INFO IKPB penting dan mendesak untuk sampai kepada tiap alumni.
Komitmen yang juga perlu diingatkan adalah iuran wajib anggota IKPB sebesar sepuluh ribu rupiah (Rp. 10,000,-) setiap bulan yang hingga detik ini hanya segelintir anggota yang memenuhi kewajibannya. Tidak fair rasanya jika IKPB menuntut komitmen itu terjaga, sementara kehadiran INFO IKPB sebagai jembatan penghubung antar alumni matot alias mati total. Dengan rilisan saat ini, semoga INFO IKPB bisa hadir setiap bulan. Semoga komitmen kehadiran INFO IKPB juga didukung komitmen alumni dalam mengawal amanah reuni 2009 lalu.
Kilas Profil
Pengurus IKPB bentukan reuni kemarin menetapkan ketua, sekretaris, dan bendahara. Sementara wakil ketua ditetapkan dalam rapat-rapat penggodokan Anggaran Dasar (AD) IKPB. Struktur Pengurus Pusat IKPB diketuai oleh Bahauddin, M.Nadhir Basyu’aib sebagai wakil ketua, Dhiyauddin M.Y. Guricci sebagai sekretaris, dan Putut T.S. bin Basyuni Ahmad berada di posisi bendahara.
Setelah melalui serangkaian rapat khusus yang membahas anggaran dasar, alhamdulillah tertuanglah sebuah Anggaran Dasar Ikatan Keluarga Besar Pesantren Persis Bangil. Bagi segenap alumni khususnya Koordinator Daerah bisa menghubungi kami untuk memperoleh salinan AD IKPB.
Gerbong IKPB
“Sebenarnya IKPB mau kemana?”, tanya seorang alumni ketika berkunjung ke Bangil. Pertanyaan seperti ini kerap muncul. Baik dalam obrolan langsung maupun ketika on line di dunia maya. “IKPB hadir untuk memberikan manfaat dan silaturahim antar alumni. Pastinya arah tujuannya menuju ke sana”, katah sala seorang alumni ketika ditanya INFO IKPB tentang pendapatnya mengenai arah tujuan IKPB.
Apa yang disampaikan alumni tersebut sejalan dengan visi misi IKPB. Sebagaimana tertuang dalam AD bahwa tujuan IKPB adalah silaturahim. Makna silaturahim itu sendiri sangat luas, seluas ajaran Islam. Karena segenap tindakan yang menumbuhkan kasih sayang sesama muslim masuk dalam pengertian silaturahim. Secara spesifik IKPB juga memiliki peran aktif ikut menjaga eksistensi dan pengembangan Pesantren Persis Bangil.
Gagasan
Atas kinerja IKPB siapa saja boleh memberikan kritik dan saran. Semua itu tentu bertujuan untuk memajukan bersama. Membesarkan jaringan serta menjaga keutuhan organisasi yang dirintis dengan susah payah ini. Guna mendukung program serta memudahkan kelancaran komunikasi antar koordinator dengan pengurus pusat, IKPB menyusun proposal pengadaan mobil. Langkah ini ditempuh agar IKPB dapat sewaktu-waktu bergerak mengunjungi daerah-daerah untuk berkoordinasi dengan koordinator. Dipilihnya program ini untuk dapat terwujud lantaran transportasi menjadi kebutuhan pokok setiap perjalanan IKPB. Jika IKPB harus menyewa maka dapat dikalkulasi pengeluaran IKPB cukup besar.
Untuk itulah dalam menjaring aspirasi alumni dibutuhkan kelancaran arus informasi dan komunikasi baik langsung tatap muka maupun melalui INFO IKPB yang insya Allah menjadi salah satu program wajib IKPB. Mobilitas Pengurus Pusat diharapkan semakin solid dengan adanya transportasi yang memadai. Komunikasi pun terus berkembang baik melalui INFO IKPB edisi cetak maupun sharing di akun facebook.
Ide segar lain sebagian alumni telah masuk ke dapur INFO IKPB. Sebut saja gagasan penulisan sejarah otentik Pesantren Persis Bangil yang ditulis oleh alumni sendiri. “Ini bisa menjadi referensi nasional, bahkan internasional”, kata ketua IKPB mengomentari ide cerdas itu.
Semua ini dibutuhkan komitmen kuat, partisipasi alumni, kreativitas pengurus dan kesungguhan menjalankan amanah reuni 2009 lalu. Berangkat dengan sepenuh hati apa yang dilakukan untuk IKPB semata-mata mengharap keridhaan Ilahi. Tiada kekuatan yang mampu mempersatukan melainkan kekuatan Allah Ta’ala. Karena itu, semua usaha dan daya upaya tiada lain senantiasa dalam rangka meningkatkan keimanan dan amal shalih kita semua. Wallahu a’lam bi al-shawab.
IKPB Menghaturkan . . .
- Duka cita mendalam. Semoga segenap amal ibadah Ustadz M. Haqqi (Tanah Abang - DKI) diterima di sisi-Nya. Atas kepergian guru kita, mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Amien.
- Congratulation untuk Kang Azizul Muttaqin (Alumni 2003 - Kediri) yang baru menikah Nopember lalu.
- Selamat atas kelahiran Aidya Fakhruddin (Alumni 2000 - Jakarta) putri pertama Fakhruddin Abdullah.
- Baarakallah buat Ummu ‘Uum’ Thayyibah binti H.M. Thayyib S. (Alumni 2004 - Pandaan) owner Toko Bantal dan Kasur Impianku Pandaan. Uum melangsungkan aqad nikah di Masjid Manarul Islam - Bangil 4 Desember 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar