Raja Tega
oleh Nur Adi Septanto pada 25 Maret 2011 jam 23:44
Mungkin akan banyak kekecewaan dalam diri jika tempat sandaran kita adalah manusia. Kita juga akan cepat mengambil sikap emosional ketika komunikasi yang renggang ditanggapi dengan perasaan.Jiwa kita yang rapuh seringkali bergemuruh karena persoalan ketidakkonsistenan diri kita dalam membangun komunikasi. Padahal, seiring problematika yang dihadapi Allah SWT pasti memberikan solusinya.Dan seringnya kita mengalah dengan kelemahan diri kita. Merasa tidak sanggup dan mengungkit kebaikan yang telah dilakukan. Lalu kita berpikir bahwa kebaikan itulah yang memberikan kelapangan, sukses, dan sederet rizki tak terduga.
Itulah diri saya. yang tadi saya sebut kita, sebetulnya lebih tepat saya. Mungkin anda juga tidka berbeda. Hanya saja saya ingin menegaskan bahwa saya dan anda diciptakan memiliki sifat dasar suka berkeluh kesah. Lalu apa yang harus kita perbuat jika sudah telanjur bersikap arogan dengan kenyataan. Saling menyalahkan, tidak jelas, bungkam, berhenti berusaha, bahkan menuduh yang bukan-bukan?
Istighfarlah. Mencurahkan segala uneg-uneg hanya kepada-Nya. Memohonlah dengan tulus. Sikapi segala problematika dengan hati teduh. Jangan tergesa. Musibah yang menimpa adalah kasih sayang-Nya. Agar jiwa makin besar. Agar harapan kian terang. Jangan sampai terombang-ambing oleh perasaan yang kerap limbung dan tidak konsisten. Istiqamahlah dalam kebenaran. Akui kesalahan, bertaubat dan perbaiki ke depan.
Sumabangan hati untuk pembaca setia catatan saya.
Dalam keterpakuan jiwa menempuh bahagia
saudaramu seiman
Adi bin Hadi bin Ali Masyhud
Itulah diri saya. yang tadi saya sebut kita, sebetulnya lebih tepat saya. Mungkin anda juga tidka berbeda. Hanya saja saya ingin menegaskan bahwa saya dan anda diciptakan memiliki sifat dasar suka berkeluh kesah. Lalu apa yang harus kita perbuat jika sudah telanjur bersikap arogan dengan kenyataan. Saling menyalahkan, tidak jelas, bungkam, berhenti berusaha, bahkan menuduh yang bukan-bukan?
Istighfarlah. Mencurahkan segala uneg-uneg hanya kepada-Nya. Memohonlah dengan tulus. Sikapi segala problematika dengan hati teduh. Jangan tergesa. Musibah yang menimpa adalah kasih sayang-Nya. Agar jiwa makin besar. Agar harapan kian terang. Jangan sampai terombang-ambing oleh perasaan yang kerap limbung dan tidak konsisten. Istiqamahlah dalam kebenaran. Akui kesalahan, bertaubat dan perbaiki ke depan.
Sumabangan hati untuk pembaca setia catatan saya.
Dalam keterpakuan jiwa menempuh bahagia
saudaramu seiman
Adi bin Hadi bin Ali Masyhud
Riena Kriwil Arsiani Maturnuwun pak udah di tag...tepat waktu banget jadi bisa koreksi diri sendiri...karena beberapa hari ini sy jg mengalaminya26 Maret jam 0:18 ·



Tidak ada komentar:
Posting Komentar