Bahagianya Musibah Itu Ada
oleh Nur Adi Septanto pada 31 Maret 2011 jam 14:46
Adalah semua orang menghendaki kebahagiaan. Namun, seiring perputaran bumi, kadang Allah swt meletakkan kita berada diantara puing-puing musibah. Dan jangan lupa, sering pula Allah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kita untuk menikmati keindahan dunia.
Sayang, ada sebagian diantara insan yang melupakan kenikmatan itu sesungguhnya ujian dari-Nya dalam bentuk kesenangan. Keliru bersikap, menunda bersyukur dan saat bencana menimpa, rugilah yang dirasakannya.
Terbaik bagi kita agar perkenan Allah swt mengirimkan sejumlah kebaikan dan kemurahan-Nya dari sudut-sudut kecil yang kadang kita tidak pernah menduga dari sanalah bahagia itu hadir.
Perbesarlah ruang di dada kita untuk menerima apa yang memang menjadi bagian kita saat ini di dunia. Tidak perlu was-was dengan 'yang mirip bagian kita' tetapi Allah swt masih menundanya. Jaga dari hal-hal yang cendong kepada syubhat. Parkirlah gagasan kita pada tempat yang nyaman, strategis, aman, dan bebas dari ujub dan riya'. Agar perkenan Allah limpahkan kemurahan dan kemudahan-Nya setiap saat menemani problema yang kita hadapi.
Intinya, kenikmatan Allah tak kan lari kemana jika kita mau menjaga batas-batas aturan-Nya. Menjalankan roda usaha dengan menjunjung idealitas semata-mata mengharap ridha-Nya.
Dengan itu gerakan kita cukup bebas berekspresi membangun jaringan yang sama-sama mengunggulkan cita-cita keridhaan Allah swt ketimbang mengejar target duniawi yang semakin merusak akal sehat karena seringnya jadi membabibuta. Sudah babi, buta pula. Wah tak terbayangkan sibuknya si babi yang buta karena mengejar-ngejar dunia yang tak pernah ada puasnya.
Cukuplah bagi kita apa yang diusahakan sebagai alasan di hadapan-Nya untuk mengadu, berkeluh kesah, memohon, serta meminta keridhaan-Nya. Kiranya usaha itu bisa menjadi sarana hadirnya keajaiban yang membahagiakan serta menundukkan hati akan kebenaran janji-Mu Yaa Rabb.
Wassalam
Adi bin Hadi bin Ali Masyhud
---------------------------------
Semoga bermanfaat . . .

Sayang, ada sebagian diantara insan yang melupakan kenikmatan itu sesungguhnya ujian dari-Nya dalam bentuk kesenangan. Keliru bersikap, menunda bersyukur dan saat bencana menimpa, rugilah yang dirasakannya.
Terbaik bagi kita agar perkenan Allah swt mengirimkan sejumlah kebaikan dan kemurahan-Nya dari sudut-sudut kecil yang kadang kita tidak pernah menduga dari sanalah bahagia itu hadir.
Perbesarlah ruang di dada kita untuk menerima apa yang memang menjadi bagian kita saat ini di dunia. Tidak perlu was-was dengan 'yang mirip bagian kita' tetapi Allah swt masih menundanya. Jaga dari hal-hal yang cendong kepada syubhat. Parkirlah gagasan kita pada tempat yang nyaman, strategis, aman, dan bebas dari ujub dan riya'. Agar perkenan Allah limpahkan kemurahan dan kemudahan-Nya setiap saat menemani problema yang kita hadapi.
Intinya, kenikmatan Allah tak kan lari kemana jika kita mau menjaga batas-batas aturan-Nya. Menjalankan roda usaha dengan menjunjung idealitas semata-mata mengharap ridha-Nya.
Dengan itu gerakan kita cukup bebas berekspresi membangun jaringan yang sama-sama mengunggulkan cita-cita keridhaan Allah swt ketimbang mengejar target duniawi yang semakin merusak akal sehat karena seringnya jadi membabibuta. Sudah babi, buta pula. Wah tak terbayangkan sibuknya si babi yang buta karena mengejar-ngejar dunia yang tak pernah ada puasnya.
Cukuplah bagi kita apa yang diusahakan sebagai alasan di hadapan-Nya untuk mengadu, berkeluh kesah, memohon, serta meminta keridhaan-Nya. Kiranya usaha itu bisa menjadi sarana hadirnya keajaiban yang membahagiakan serta menundukkan hati akan kebenaran janji-Mu Yaa Rabb.
Wassalam
Adi bin Hadi bin Ali Masyhud
---------------------------------
Semoga bermanfaat . . .

- Imung's Mumpuni Cahmbanjar, Hamluddin El Karim, Isty Saswita Sumintadiredja dan 8 lainnya menyukai ini.
Muhammad Abdur Rochim @Rip: ya sama..q juga suka rombongnya..lebih asik lagi kalok di sampingnya di beri rombong jus...31 Maret jam 19:09 ·
Rip Doank yo ngunu iku lek kakean obsesi, saiki fokus 1 tok ae... biyen2 gae pengalaman ae :)31 Maret jam 19:33 ·
Muhammad Abdur Rochim Oalah..akhire. q mudeng...kata-katamu biyen...
pengusaha gak oleh "selingkuh" ngunua? heheh31 Maret jam 19:39 ·
Muhammad Abdur Rochim hahah..oalah ngunua Rip seng dadi dasar petuahmu biyen??? iyo...masuk iku...! tapi nek wes usahamu seng 1 iku sukses yo dicabangno ae rip..31 Maret jam 19:42 ·
Muhammad Abdur Rochim yo..masuk iku....seng penting gak nyabrang adoh..koyok toh..warnet ambek pengetikan atau ambek kursus komputer..kan masih satu bidang profesi itungane..heheh..31 Maret jam 19:59 ·
Rip Doank iyo, lek modem karo es jus, bedo adoh hehe mangkane buyar.. tapi gawe pelajaran...31 Maret jam 20:04 ·
Muhammad Abdur Rochim iyo rip..soale..nek pas onok wong tuku jus terus ambek onok wong tuku modem...wah wong send duwe dewe bingung nguruse kok malah ngurus jus...
loh..tapi saiki kan ente wes onok istri rip? dadine kan wes siap SDM ? ya toh?31 Maret jam 20:06 ·
Muhammad Abdur Rochim Sek Rip..btw...postinge Adi iki seng ngebek'i awak dewe tok yo?..wes nek ngunu ayo PAMIT NANG seng duwe postingan yo..mpun monggo sekecak'aken...kulo rumiyen...hehehe31 Maret jam 20:08 ·
Nur Adi Septanto @ll: ora popo kang, mas, lik, pak dhe, mbok dhe.om tante, yang penting istilae tawashaw bil haq wa tawashaw bis shabr. . .03 April jam 12:28 · · 1 orang
Hamluddin El Karim aku suka komen ustadz yang terakhir, semakin tuma'ninah saja. semoga barakah ustadz04 April jam 17:58 ·


Tidak ada komentar:
Posting Komentar