Yaa Rabb ...
oleh Nur Adi Septanto pada 28 Juni 2011 jam 12:39
Pelajaran berharga dari sebuah kekhilafan. Seringnya kita melakukan kesalahan demi kesalahan lalu tanpa kendali kesalahan itu terulang lagi. Mungkin ada benang merah yang menghubungkan antara kebiasaan serba instant dan perilaku yang mudah mengulang kesalahan.
Sebut saja itiu adalah kebodohan. Mungkin juga ketololan. Semestinya kesalahan yang sama tidak akan terjadi jika kita mau belajar dari pengalaman. Kedewasaan kita diukur sedalam kita menyelami apa yang terjadi. Semakin kita berusaha belajar mendapatkan sesuatu yang berharga, semakin kecil rasanya ilmu yang ada.
Kita diingatkan oleh kesusahan. Kitra juga diingatkan dengan adanya bencana. Kita pula sering kali baru sadar kalau musibah, kerusakan, kepayahan, keadaan sulit, dan sederet ketidaksenangan menimpa diri kita. Jadilah kita orang yang sibuk meratapi keadaan.
Mestinya kehadiran ujian kesusahan sama nilainya saat senang yang kita raih. Susah disikapi dengan penuh kesabaran. Senang kita syukuri.
Pada saatnya kualitas diri akan teruji dengan dinamika hidup ini. Yang tidak boleh dilupakan adalah sandaran kita cuma satu, dan hanya satu, yaitu semua dalam rangka ibadah mengharap ridha ALLAH SWT. Cukuplah yang demikian itu menjadi penguat segala beban dan kepenatan yang kita hadapi saban hari.
Untuk sahabat-sahabat terbaik saya:
Semoga Allah SWT menurunkan keberkahan di jalan yang kita tekuni dalam kebaikan menuju ridha-Nya. Amien.
Sebut saja itiu adalah kebodohan. Mungkin juga ketololan. Semestinya kesalahan yang sama tidak akan terjadi jika kita mau belajar dari pengalaman. Kedewasaan kita diukur sedalam kita menyelami apa yang terjadi. Semakin kita berusaha belajar mendapatkan sesuatu yang berharga, semakin kecil rasanya ilmu yang ada.
Kita diingatkan oleh kesusahan. Kitra juga diingatkan dengan adanya bencana. Kita pula sering kali baru sadar kalau musibah, kerusakan, kepayahan, keadaan sulit, dan sederet ketidaksenangan menimpa diri kita. Jadilah kita orang yang sibuk meratapi keadaan.
Mestinya kehadiran ujian kesusahan sama nilainya saat senang yang kita raih. Susah disikapi dengan penuh kesabaran. Senang kita syukuri.
Pada saatnya kualitas diri akan teruji dengan dinamika hidup ini. Yang tidak boleh dilupakan adalah sandaran kita cuma satu, dan hanya satu, yaitu semua dalam rangka ibadah mengharap ridha ALLAH SWT. Cukuplah yang demikian itu menjadi penguat segala beban dan kepenatan yang kita hadapi saban hari.
Untuk sahabat-sahabat terbaik saya:
Semoga Allah SWT menurunkan keberkahan di jalan yang kita tekuni dalam kebaikan menuju ridha-Nya. Amien.
Muhammad Abdur RochimKESUSAHAN SEBAGIAN JUGA KARENA ULAH KITA SENDIRI TANPA KITA SADARI TELAH KITA PUPUK SEDIKIT DEMI SEDIKIT SEHINGGA MENYEBABKAN ITU TERJADI. TERPENTING, CEPATLAH BELAJAR MENYIKAPI KEADAAN, SABAR DIKALA SUSAH DAN BERSYUKUR DI SAAT DAPAT KESENA...Lihat Selengkapnya28 Juni jam 17:49 · · 1 orang







Tidak ada komentar:
Posting Komentar