Sabtu, 02 Juli 2011

Yaa Rabb

Yaa Rabb ...

oleh Nur Adi Septanto pada 28 Juni 2011 jam 12:39
Pelajaran berharga dari sebuah kekhilafan. Seringnya kita melakukan kesalahan demi kesalahan lalu tanpa kendali kesalahan itu terulang lagi. Mungkin ada benang merah yang menghubungkan antara kebiasaan serba instant dan perilaku yang mudah mengulang kesalahan.

Sebut saja itiu adalah kebodohan. Mungkin juga ketololan. Semestinya kesalahan yang sama tidak akan terjadi jika kita mau belajar dari pengalaman. Kedewasaan kita diukur sedalam kita menyelami apa yang terjadi. Semakin kita berusaha belajar mendapatkan sesuatu yang berharga, semakin kecil rasanya ilmu yang ada.

Kita diingatkan oleh kesusahan. Kitra juga diingatkan dengan adanya bencana. Kita pula sering kali baru sadar kalau musibah, kerusakan, kepayahan, keadaan sulit, dan sederet ketidaksenangan menimpa diri kita. Jadilah kita orang yang sibuk meratapi keadaan.

Mestinya kehadiran ujian kesusahan sama nilainya saat senang yang kita raih. Susah disikapi dengan penuh kesabaran. Senang kita syukuri.
Pada saatnya kualitas diri akan teruji dengan dinamika hidup ini. Yang tidak boleh dilupakan adalah sandaran kita cuma satu, dan hanya satu, yaitu semua dalam rangka ibadah mengharap ridha ALLAH SWT. Cukuplah yang demikian itu menjadi penguat segala beban dan kepenatan yang kita hadapi saban hari.

Untuk sahabat-sahabat terbaik saya:

Semoga Allah SWT menurunkan keberkahan di jalan yang kita tekuni dalam kebaikan menuju ridha-Nya. Amien.
· · Bagikan · Hapus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar